Kolom M.u. Ginting: Teroris
Teroris di Timur Tengah seperti di Syria dan Irak (ISIS) terlihat jelas bagi semua; sikap dan perbuatannya yang terus terang tak sembunyi. Membunuhi orang kafir, mengadu domba Sunni dan Shia dan bersama Sunni menyerang Shia, menyerang pasukan pemerintahan Syria dan Irak memuluskan jalan menjarahi SDA (minyak) Syria dan Irak. Triliunan dolar sudah mengalir ke tangan majikan ISIS. Tujuan utama sebenarnya bagi majikan ISIS ialah duit, duit, dolar, dolar . . . Dilihat dari hasil duit ini, tugas utama ISIS pada pokoknya sudah selesai, triliunan dolar sudah selesai dijarah. Negara atau negeri selanjutnya menyusul, di mana ada kemungkinan dan paling banyak pula duitnya.
" Karena yang selalu bilang adalah pihak aparat . . . dan tidak pernah terbuka" (merdeka.com)
"Ancaman teroris selalu berasal dari aparat sendiri," kata Desmond memang betul begitu.
Walaupun bomnya sudah dijinakkan, katanya lagi penjagaan peledakan bom hebat itu berlapis-lapis juga, "Saking bahayanya barang ini, di titik nol itu cuma dari Densus dan Gegana", lapis ke 2 Brimob, dan lapis ke 3 polisi biasa.. . . (lihat di SINI ).
Teror Thamrin diduga juga untuk mempercepat revisi uu terorisme. Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menganggap belum terlihat urgensi dalam revisi UU tersebut.
Bulan Agustus tanggal 25 lalu malah seorang Napi terorisme Ali Imron (teroris Bali, dihukum seumur hidup) didatangkan ke Gedung DPR ikut rapat dengan Pansus Terorisme DPR, menjadi salah satu nara sumber. Imron bilang: "Supaya RUU ini dirapikan, supaya kemudian kalau ini digodok lagi, supaya bisa memahami semua. Artinya masyarakat juga perlu memahami UU Anti Terorisme, di antaranya adalah bagaimana pemikiran kami, akidah terorisme, keyakinan," ujar Ali Imron di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (detikNews).