Kolom M.u. Ginting: Terorisme, Narkoba Dan Korupsi 3
Brigadir Jenderal Teddy Hernayedi divonis seumur hidup karena terbukti bersalah terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alutsista sebesar 12,4 juta dolar AS. Ini dilakukannya saat menjabat Kepala Bidang Pelaksanaan Pembiayaan Kementerian Pertahanan periode 2010-2014.
"TNI harus berani bersih-bersih, janganlah kayak begini. Jadilah TNI yang dicintai oleh rakyatnya. Sekarang utamanya perangai korupsi. Kalau dulu jelas musuhnya kalau sekarang nggak jelas musuhnya. Ini korupsinya sudah kayak kanker sehingga susah memberantasnya. Sudah merupakan kejahatan yang luar biasa," papar hakim militer Kolonel CHK Deddy Suryanto saat memvonis seumur hidup Brigjen Teddy Hernayadi di Pengadilan Militer Tinggi II, Jl. Penggilingan, Cakung (Jakarta Timur).
Trio Obama-Clinton-Ford merupakan pendiri ISIS dengan bantuan ketat di lapangan dari usaha lobi-lobi dubes Ford dan Clinton di Timur Tengah. Terorisme ISIS di sini jelas digunakan untuk divide and conquer dan rampok SDA minyak. Orang Syria dan orang Irak asyik saling bunuh, dan orang asing perekayasa perang dan pecah belah asyik mencuri minyak mereka seharga Triliunan dolar. Tak ada bedanya dengan teror pembunuhan 3 juta dan merampok SDA di Indonesia 1965. Orang Indonesia sibuk siapkan parang untuk sembelih 3 juta orangnya sendiri, orang asing sibuk mengeruk SDA, emas, tembaga, uranium, petrolium dsb seharga Trilunan dolar. Sama-sama sibuk, sama-sama senang dan sama-sama puas akan hasil masing-masing, persis seperti di Syria/ Irak, dimana orang Syria/ Irak puas dengan saling bunuh-bunuhan sesamanya. Orang asing puas dengan hasil Triliunn dolar dari minyaknya, pompa saja, aman tanpa gangguan apa-apa.
Hari ini saya ngomong-ngomong dengan seorang dari Jawa, soal upaya makar di Jakarta itu.
"Bagaimana mungkin makar dengan beberapa orang tanpa tentara yang kuat?" katanya.
"Ada design untuk menghancurkan Indonesia melalui narkoba," kata Budi Waseso.