Kolom M.u. Ginting: Tingkat
Di atas tingkat intelektual ini ada aktor yang lebih tinggi lagi, yaitu aktor perwakilan/ utusan kepentingan, atau tepatnya perwakilan dari pemilik kepentingan; kepentingan yang berjangka pendek dan terutama kepentingan jangka panjang. Tingkat ini misalnya bisa dari bos bank atau bos perusahaan, bahkan pejabat tinggi negara/ menteri susupan di kabinet suatu pemerintahan. Tingkat ini lebih susah lagi untuk menganalisanya, tetapi bukan tak mungkin karena aktor tingkat ini sering keluar sendiri menyatakan dirinya, terutama kalau sudah sampai di tingkat perdebatan yang melibatkan publik, karena dalam perdebatan terpaksa keluar semakin jelas pihak mana yang mewakili kepentingan mana. Kalau tidak mewakili kepentingan nasional Indonesia tentu mewakili kepentingan lain yaitu bukan Indonesia.