Kolom Pdt. Kazpabeni E. E. Ginting: Membaca, Menulis, Dan
Setiap pelayan Firman juga bertugas untuk mencatatkan data jumlah (kehadiran dan persembahan) serta nama keluarga yang menjadi 'tuan rumah' pada ibadah itu dan ditandatangani olehnya. Saya sudah menuliskan data-datanya pada selembar kertas itu lalu memberikannya kepada si tuan rumah. Anehnya, dia terlihat linglung dan tidak menyentuh kertas. Ternyata bapak yang kelihatannya masih berumur 30an tahun pada masa itu buta aksara. Didorong oleh ingatan tersebut, saya penasaran, bagaimana dengan Taneh Karo? Untuk tidak menertawakan orang lain, bercerminlah dengsn diri sendiri. Saya menemukan data Badan Pusat Statistik tentang data buta aksara di Kabupaten Karo. Untuk data sensus terakhir pada tahun 2010, disebutkan jumlah tuna aksara di Kabupaten Karo berjumlah 2.384 jiwa. Tercantum pula data berdasarkan kecamatan yang jumlahnya paling minim adalah Kecamatan Payung sejumlah 42 jiwa. Lalu, jumlah teratas adalah Kecamatan Berastagi sebanyak 218 jiwa dan pada urutan ke dua ditempati oleh Kecamatan Kabanjahe sebanyak 212 jiwa.