Kolom Sada Arih Sinulingga: Karo Bukan Batak, Masalahnya
"Majulah, Pak Sinulingga," katanya.
Saya katakan tidak bisa menyanyi lagu Batak.
"Orang Batak tidak bisa menyanyi? Masya orang Batak tidak bisa bernyanyi. Orang Batak itu bagus-bagus suaranya pintar nyanyi. Bapak i ni ada-ada saja ngaku gak bisa. Janganlah bapak bohongi saya," katanya tidak memperccai saya. Saudaraku sebangsa dan setanah air, sesama orang Sumut, bagaimanalah harus kujelaskan sama ibu di sebelahku ini? Suwer aku memang gak bisa berbahasa Batak apalagi bernyanyi seperti orang Batak; kompak bertrio, bermain gitar, bikin suara 1, 2, 3, keren. Aku suka banget mendengarnya walau sejujurnya gak tau artinya. Tapi, karena aku ini bermarga juga temanku ini pikir aku juga orang Batak. Terpaksalah kujelaskan jika aku Suku Karo yang beda dengan Suku Batak. Kami tidak saling mengerti bahasa kami. Adat kami pun beda dan banyak sekali perbedaan kami termasuk sapaan kami pun berbeda. Orang Batak disapalah dengan kata Horas sedangkan kami disapalah dengan kata Mejuah-juah.
"Gak sama kan, bu, Sunda dengan Jawa?" kataku pada ibu itu.