Kolom Sada Arih Sinulingga: Seperti Menantu Malu Menghisap
Berikut ini saya ingin ceritakan sebuah cerita "Malu-malu menantu pria".
Saat makan malam itu, keila hanya mengambil kuah gulai dan ikan kecil yang dimasak campur dengan cih itu. Ia tidak menyentuh sama sekali cih yang dinasak, sedangkan istrinya dan seisi keluarga memakannya dengan lahap. Ketika sang ibu tahu menantunya tidak mau memakan cih , bertanyalah dia kepada putrinya. "Mengapa keila tidak memkan cih ? Ini enak dan bagus untuk dimakan karena gizinya tinggi," kata ibu mertua. Si keila ini menjawab dengan memberitahu kepada istrinya, bahwasanya dia tidak suka memakan cih karena tidak biasa (di dalam tradisi Karo, menantu laki-laki dengn ibu mertua tidak bisa berbicara langsung, harus melalui perantara).