Kolom Sada Arih Sinulingga: Taneh Karo Tano
Singkat cerita, setelah bertemu dan saling memperkenalkan diri dan memberitahu maksud kedatangannya, percayalah hati Pengulu Kampung bahwa pemuda ini orang baik-baik. Diterimalah ia di rumahnya untuk tinggal. Pemuda ini mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh Pengulu; berladang, mengurus ternak adalah pekerjaannya sehari-hari. Ia sangat pandai mengambil hati pengulu. Selain rajin, ia juga hormat dan sering memuji-muji pengulu yang telah mengangkatnya sebagai anak. Kepandaiannya mendekatkan diri ini persis seperti gerakan tortor Batak ,semua orang disembahnya terlebih dahulu. Makna itulah yang dipraktekkannya dalam perantauannya. Pintar mengambil saudara atau orangtua adalah kelebihannya. Setelah bertahun-tahun, karena pemuda ini berprilaku baik, rajin bekerja maka terlintaslah pikiran pengulu bersama istrinya untuk berbalas budi pemuda ini. Dilihatnya pun sudah cukup dewasa maka diusulkanlah untuk dinikahkan saja di kampung itu.