Kolom Telah Purba:
Maka ramailah pendatang bersekolah di Tigabinanga sehingga, bila hari pekan tiba, sangatlah meriah suasana pasar. Ketika itu Tigabinanga pasarnya terbagi 2 zona.
Satunya adalah pasar lama di sekitar Simpang Empat atau yang sekarang sering disebut sebagai stasiun. Di sini adalah tempat menjual jenis pakaian dan kain tekstil sampai kain uis gara yang sering digunakan di pesta-pesta adat sebagai pakaian resmi dan, bahkan, sering juga dijadikan oleh-oleh untuk pejabat negara atau daerah yang berkunjung ke Karo seperti Uis Beka Buluh. Suasana sehari-hari di Tigabinanga sebagaimana terlihat dari Kede Kopi Lingga Gayo.[/caption] Zona lainnya adalah yang sekarang dikenal sebagai pajak buah yang menjual berbagai macam komoditas. Mulai dari hasil pertanian daerah seperti cabe, tomat, kopi, cokelat, jeruk, kemiri, beras, tembakau serta berbagai kebutuhan rumah tangga seperti ikan asin sampai garam dan minyak goreng yang istilah sekarang Sembako (Sembilan Bahan Pokok). Sangkin seringnya kita di pekan buah itu, kita hafal mana lapak cabe dan tembakau karena baunya khas!