Kolom W. Wisnu Aji: Dampak Terpapar Kafirisasi Di Media
Kafir begitu mudahnya diobral murah di media sosial. Seolah ketika menyikapi berbeda dengan kelompoknya selalu dimaknai kafir oleh mereka. Sehingga bagi orang yang tidak faham makna kafir pasti turut serta dijadikan senjata ampuh untuk menjustifikasi lawan argumen dalam kategori kafir.
Menjelang momentum politik kayak Pilkada serta Pilpres semakin santer penyebutan kafir di media sosial demi melumpuhkan kelompok berbeda hanya demi memenangkan eksistensi politik. Pergeseran makna kafir sangat kental terasa dalam momentum politik bahkan ketika Jokowi dan Ahok punya eksistensi lebih dibanding mereka. Senjata kafir biasanya digunakan terhadap isu pertarungan politik yang jadi perhatian publik.
Saatnya kembalikan budaya keberagaman yang digagas pendahulu sehingga mampu bersinergi dalam keberagaman untuk membangun serta memajukan negeri tercinta. # SalamPencerahan Dipublikasikan oleh : CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESSIF MOVEMENT (CS REFORM)