Kolom W. Wisnu Aji: Fenomena Ahok Dan Lemahnya Dialog
Fenomena Ahok yang awal tujuannya mengedukasi publik Jakarta dalam menentukan pilihan politik di Pilkada DKI 2017, akhirnya terjadi pemelintiran makna pasca propaganda massif dilakukan.Seolah olah dipersepsikan ke publik bahwa ahok melakukan penistaan agama melalui pemelintiran ayat Al Maidah 51 yang dianggap menghina Al Quran dan Islam. Momentum Pilkada DKI yang merupakan etalase nasional ketika perguliran issue yang dihembuskan terhadap pasangan calon pasti akan menjadi sorotan bagi publik secara nasional terutama respon di media sosial. Maka ketika fenomena Ahok mencuat akan muncul berbagai respon dan kepentingan terhadap kondisi yang dihadapi Ahok sebagai calon incumbent oleh kelompok lawan politiknya yang selalu mendengung-dengungkan gerakan asal bukan Ahok karena Ahok dianggap fenomenal dan kontroversial bagi publik Jakarta.
# SalamPencerahan
Salam hormat kami dan dipublikasikan oleh : CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESSIF MOVEMENT (CS REFORM )