Kolom W. Wisnu Aji: Infrastruktur Jokowi, Mencari Solusi Di
Dua tahun pemerintahan Jokowi - JK, infrastruktur dianggap sebagai program paling progresif dan berhasil dalam menuntaskan konektivitas. Program infrastruktur jokowi mampu menjadi pijakan menekan biaya logistik yang tinggi. Infrastruktur Jokowi lebih menekankan pembangunan Indonesia sentris bukan Jawasentris seperti rezim sebelumnya. Infrastruktur Jokowi merupakan upaya mencari solusi di tengah keterbatasan.
Dalam 2 tahun Jokowi berkuasa, pasti rakyat telah melihat hingar bingar pembangunan infrastruktur mulai Sabang hingga Pulau Rote, semua dikebut sesuai target yang ditetapkan oleh Jokowi. Trans Sumatra. Foto: detik finance .[/caption] Seperti kita ketahui bersama, mulai optimalisasi pembangunan tol Trans Jawa yang dalam 2 tahun sudah bertambah 367 Km tol yang telah beroperasi, percepatan pembangunan tol Trans Sumatra sekitar 1.000 km. Penguatan infrastruktur laut untuk menguatkan logistik murah terkoneksi antar wilayah melalui tol laut yang sudah 6 kapal jalan. Belum lagi pembangunan Trans Kalimantan serta Trans Sulawesi hingga Trans Papua yang kurang 400 km terus dikebut penuntasannya.
Dengan Jokowi mempermudah infrastruktur di seluruh wilayah, harapannya akan mempengaruhi biaya logistik pangan serta transportasi massal yang ujungnya harga pangan murah serta inflasi terjaga. Gerbong kereta ini adalah keluaran terbaru dari PT Industri Kereta Api (INKA) yang menjadi standard baru dari gerbong kelas ekonomi di Indonesia. Foto: ITA APULINA TARIGAN (dijepret dalam perjalanannya dari Surabaya ke Yogjakarta) hari ini: Kamis 20/10].[/caption]
# SalamPencerahan
Dipublikasikan oleh : CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESIF MOVEMENT (CS REFORM)