Kolom W. Wisnu Aji: Oposisi Menggonggong, Jokowi Pamer Prestasi
Menjelang 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK adalah momentum terbaik mengevaluasi kinerja pemerintahan, sehingga ada perbaikan kinerja di tahun berikutnya agar lebih baik demi kemajuan bangsa. Banyak pengamat, media, pegiat media sosial bahkan oposisi angkat bicara. Pihak oposisi mulai "menggonggong" seolah-olah pemerintah Jokowi telah gagal total, tapi Jokowi dengan cara cerdasnya menjawab kritikan tersebut dengan pamer kinerja dan prestasi yang dilakukan selama 2 tahun berkuasa.
Hal tersebut sering dimainkan perannya oleh oposisi terutama yang dimotori oleh Fadli Zon dan Fahri Hamzah dengan momentum jelang 2 tahun Jokowi-JK berkuasa. Karena tidak ada representasi pemerintahan yang menyentuh langsung program ke rakyat maka pihak oposisi hanya bisa "menggonggong" untuk eksistensi dan demi menurunkan kredibilitas pemerintah Jokowi di mata publik. Jokowi dengan sematan kain tenunan Karo (uis gara) saat mengunjungi para pengungsi korban erupasi Gunung Sinabung, Tanah Karo (Sumatera Utara)[/caption] Seperti yang dilontarkan Fahri Hamzah dalam tulisan di twitter dan di facebook tanggal 18 Oktober 2016, bahwa "presiden Jokowi seolah memimpin negara gaya memimpin kota dan Jokowi dianggap menangani hal-hal kecil yang seharusnya dilakukan jajaran bawahannya lewat pendelegasian wewenang. Sebagai presiden seharusnya lebih menitikberatkan pidato-pidato yang menggerakan, seperti yang dicontohkan presiden Sukarno yang lebih fokus pada mengelaborasi visi lewat pidato-pidato yang menggelegar."
# SalamPencerahan
Dipublikasikan oleh : CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESSIF MOVEMENT (CS REFORM)