Kolom W. Wisnu Aji: Overdosis Agama Di Negeri
Sesuatu yang overdosis memang mengkhawatirkan, apalagi overdosis agama di Negeri Pancasila. Fenomena 2 bulan ini, kita dipertontonkan dengan bentuk-bentuk overdosis agama yang dampaknya mengoyak keberagaman di negeri ini. Semua hal yang berkaitan dengan simbol-simbol agama mulai disikapi over reaktif di tengah mabuk agama dalam negara demokrasi Pancasila.
Hegemoni tampak nyata diawali dari momentum Pilkada dalam seleksi kepemimpinan suatu daerah. Ketika salah satu figur minoritas memiliki kekuatan akseptabilitas di mata publik yang cukup kuat, mereka mencoba mengacaukan dengan landasan agama sebagai dalih untuk menghegemoni kehendak rakyat. Bahkan, ada upaya memaksakan kehendak dari tirani radikalisme dalam mengangkangi sistem demokrasi Pancasila yang ada di negeri ini. Penekanan terhadap aparatur hukum pun dijalankan dalam upaya mewujudkan kehendak mereka demi kepentingan eksistensi kelompok mereka. Kekuatan massa digunakan sebagai sarana untuk menekan sistem demi mengebiri ekspresi kelompok minoritas. Fatwa MUI menjadi senjata ampuh dalam mengkonsolidasikan emosional rakyat dalam bergerak bersama mereka.
Nilai produktifitas agama dapat diarahkan pada pengembangan ekonomi keumatan yang holistik, sehingga para penganut agama yang terpapar overdosis agama akan lebih bermanfaat bagi kemaslahatan umat serta kemajuan bangsa. # SalamPencerahan Dipublikasikan oleh : CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTENMENT FOR PROGRESSIVE MOVEMENT (CS REFORM)