Kolom W. Wisnu Aji: Pilkada Dki, Antara Transformasi Ide,
Setelah ada kejelasan ketiga pasangan calon yang didaftarkan, muncul banyak pertanyaan di mata publik terhadap pasangan calon yang dimunculkan. Publik Jakarta sangat penasaran tentang orientasi tujuan ditetapkan pasangan calon yang didaftarkan. Dalam kajian kami, kami mencoba memilahnya menjadi 3 sudut pandang penting berdasarkan kacamata publik Jakarta. Adapun 3 sudut pandang tersebut adalah adanya momentum untuk melakukan transformasi gagasan perubahan Jakarta yang holistik, adanya proses hegemoni di tingkatan super elit untuk mempertahankan eksistensi di dunia politik dan adanya upaya libido berkuasa dalam menguasai ibukota Jakarta sebagai simbol kemenangan nasional
Pertama, adanya momentum transformasi gagasan perubahan Jakarta yang holistik. Hal tersebut dimaknai dari orientasi antar partai menetapkan pasangan calon ingin merayu publik Jakarta yang rasional untuk menangkap sinyal simbolik dari masing-masing pasangan calon yang dihadirkan. Pilkada DKI dijadikan momentum untuk mewujudkan pemilihan langsung yang modern, rasional dan kritis. Maknanya tidak akan ada lagi pertarungan menggunakan isu SARA, sektarian dan feodal, tapi fokus pada perang gagasan yang partisipatoris melibatkan publik Jkarta dalam rangka mencari solusi percepatan pembenahan Jakarta yang holistik dan transparan. Figur-figur yang ditawarkan diharapkan akan membawa secercah asa tentang konsep perubahan yang berkelanjutan.
# SalamPencerahan
Jakarta, 29 September 2016
Hormat kami CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESIF MOVEMENT (CS REFORM)