Kopi, Adakah Yang Salah Dengan
Berita terakhir dirilis oleh pihak kepolisian, ditemukan zat berbahaya pada cairan sisa minuman dan dari cairan tubuh korban. Hasil dari Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Polri menyebutkan, meski tidak/ belum secara spesifik mengenai zat apa yang dimaksud dalam kasus ini, sebagaimana dikatakan oleh Kombes Krisna Murti, bisa jadi zat tersebut adalah sianida.
Tentunya ada hal-hal yang mendukung sehingga penyidik dapat dengan segera menyampaikan sebuah kesimpulan walau belum secara resmi pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak dokter dan ahli kimia dari Puslabfor. Ini adalah sebuah kemajuan besar, langkah pengungkapan semakin dekat. Bukti, saksi dan petunjuk akan segera mengarah kepada pelaku yang sesungguhnya.
Artinya, kasus ini adalah pidana murni, pembunuhan yang direncanakan. Lalu, bagaimana dengn Kopi ? Apa kaitannya dengan kopi? Dan, yang membuat kita jadi lebih bertanya-tanya, bahwa media sekelas Kompas justru mengangkat berita ini. Kalau boleh saya sebut "overlaping", ya .... Keluar dari batas pewartaan. Etika pers sepertinya dikangkangi. Apa karena korban adalah anak salah seorang mantan pejabat BUMN di negeri ini atau karena sesuatu yang bertujuan sensasi?
"Ini Kompas apa-apaan buat berita macam ini," pikirku.
Yang lebih tidak nyambungnya, disebutkan manfaat kopi ada beberapa. Kalau tidak salah disebutkan ada 3. Lalu dampak buruk kafein dipaparkan secara panjang dan tidak cukup satu halaman. Ini kan aneh .... aneh .... Berita kok sama sekali tidak komparatif, tidak aple to aple. Entah apa pun maksud dari berita ini, aku hanya menyimpulkan secara sederhana, bahwa mereka, dengan tayangan sperti itu, entah sadar atau tidak sadar, telah membantai secara perlahan ribuan bahkan jutaan petani kopi dan industri yang berkaitan dengan produk kopi di negeri ini.
Sekali lagi, pebunuhan tidak berkaitan dengan minum kopi apalagi kafein, camkan itu redaktur ..... # sruput_kopi_panas # //