Longgena Ginting Tentang Permasalahan Utama Lingkungan Hidup Di
Segera setelah terpilihnya Dana Tarigan, dalam wawancara dengan Sora Sirulo dia mengatakan: “Salah satu fokus Walhi Sumut ke depan adalah penanganan bencana Sinabung, terutama terkait soal lokasi relokasi pengungsi. Kita akan memberikan masukan agar relokasi pengungsi segera terwujud tanpa menghancurkan hutan Karo, agar tidak ada bencana ekologi baru”.
Direktur Greenpeace Indonesia Longgena Ginting, turut bergembira atas kepengurusan WALHI Sumut yang terpilih ini. Untuk itu beliau mengapresiasi dengan memberikan pandangan permasalahan utama lingkungan hidup di Sumut, yang bisa menjadi masukan kepada kepengurusan yang baru dan juga pandangannya terhadap Dana Tarigan sebagai Eksekutif Daerah WALHI Sumatera Utara.
Berikut pandangan Longgena Ginting yang dikirimnya ke redaksi. Salah satu bukti perambahan hutan lindung di Kabupaten Karo. Foto: B. KURNIA PP.[/caption] Seperti di banyak tempat di Indonesia, masalah lingkungan hidup di Sumut tidak terlepas dari masalah sosial, seperti masalah lingkungan dan pertanahan terkait dengan sektor perkebunan monokultur dan kehutanan, pencemaran air, udara atau pedesaan oleh industri termasuk industri peternakan skala besar (termasuk Danau Toba). Kelangkaan air di banyak tempat di Sumut juga mulai terasa. Begitu juga dengan menyusutnya kawasan hutan akibat ekspansi perkebunan, pertambangan dan berbagai aktivitas pembangunan lain. Model pembangunan ekstraktif menyebabkan degradasi lingkungan hidup yang meluas. Kondisi demikian ditambah dengan situasi eksternal seperti perubahan iklim dapat membuat perbaikan kualitas lingkungan di Sumut sangatlah berat. Dengan tingkat kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, bisa jadi Sumut adalah salah satu provinsi dengan tantangan kerusakan lingkungan yang paling berat. Apa yang bisa dilakukan?[/one_fourth]