Mengapa Rumah Karo Rusak Seperti
JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Sebuah kiriman foto dari Dame Munthe di grup Facebook Jamburta Merga Silima (JMS) menyentak hati admin grup ini. Admin lantas mengadakan jajak pendapat online. Foto yang dikirim itu adalah gambar sebuah Rumah Adat Suku Karo (RASK) yang bagian sampingnya telah rusak dimakan usia.
Dame Munthe mengatakan, RASK sama artinya dengan sebuah kekerabatan antar orang Karo.
Sementara itu, Darul Kamal Lingga Gayo melalui akun FBnya mengatakan adanya Pembiaran terhadap RASK.
"RASK rusak karena kurang dirawat. Ada kesan pembiaran, berharap RASK itu hancur. Setelah hancur, lahan berdirinya RASK dijual," tulis Darul Kamal. Hal senada juga ditulis oleh Makabreri Simada. "RASK ini rusak karena adanya faktor Pembiaran. Sejatinya RASK akan tetap berdiri gagah jikalau ditempati dan digunakan sewajarnya. Asap dari kayu bakar yang digunakan penghuni RASK akan membuat kokoh bahan bangunan RASK yang terbuat dari kayu. Agar RASK dapat bertahan lama walaupun tidak ditempati seharusnya ada usaha "maintenace & repair" yang berkelanjutan, misalnya pengecatan, pembersihan dari jamur, rayap serta memperbaiki bagian yang sudah rusak. Kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk menjaga RASK sangat penting," papar Makabreri.
Akun FB Kempu Rajalambing Sebayang juga mengatakan hal yang sama.
Edi Pandri Sinuraya juga turut berkomentar bahwa RASK adalah sebuah kekeluargaan.
Selain karena pembiaran, Bahari Tarigan Sibero mengatakan, sebenarnya material RASK rentan rusak.