Mengenalkan Generasiku Kepada
Tiba-tiba anak-anak saya berkata: "Pa, itu ada rumah kerajaan. Ayo ke sana aku mau masuk."
Jawab saya: "Labo kai pe, ngenen-ngenen saja ." (Tidak ada yang khusus, sekedar mau melihat rumah)
Sebelum saya menjawab pertanyaannya, saya balik bertanya: "Sentabi, ise nge sipuna rumah enda ?" (Siapa gerangan pemilik rumah). "Enda rumah Munte Dokan, Munte Rumah Mbelin ," katanya menjelaskan rumah itu milik merga Ginting Munte. "O... kalau begitu, ini adalah benar rumah kami juga. Tidak salah lagi. Aku pun Munte Rumah Mbelin. Kedua anak say adalah keturunan Munte Rumah Mbelin," kataku. Tiba-tiba dari kejauhan, seorang ibu yang sudah paruh baya angkat bicara: "Bagian yang manakh kalian, turang ?" sambil bergegas mendekat dan menyalami kami (turang adalah panggilan saudara untuk perempuan ke laki-laki atau saudari untuk laki-laki ke perempuan seperti panggilan ito di Suku Batak atau iboto di Suku Simalungun).
"Kami yang di Sukanalu," kataku (Sukanalu adalah sebuh kampung lain tidak jauh dari Dokan)
Kemudian ibu muda yang pertama kami temui sebelumnya menyambangi pembicaraan:
Salah seorang dari penghuni rumah menjawab:
"Boleh, nakku. Ini kan rumah kalian juga. Kalian boleh bermain dan tinggal di rumah ini," katanya.