Menghadirkan Indonesia Di Negeri Kincir
Oleh: Ita Apulina Tarigan (Leiden)
Kami menunggu bang Ahman Sebayang di Leiden Central yang berkendara sendiri dari Paris. Dari Leiden Central menuju Sumatra House tidak sampai 5 menit berjalan. Mutar-mutar cukup lama mencari parkir, soalnya di Belanda parkir tidak bisa sembarangan dan sangat terikat dengat waktu. Sumatra House belum buka ketika kami sampai. Dari seberang jalan Kak Nelly berteriak, wah, senang rasanya pintu akan segera dibuka, terbayang ruang hangat. Teh panas kembali tersaji. Seperti kemarin kak Nelly dan karyawannya sibuk membersihkan dan menata makanan di dalam stealing kaca. Kami berbincang gembira.