Menuntut Pendidikan Ke Luar Negeri
Sekolah ke luar negeri adalah cita-citaku sejak kecil. Mungkin pemikiran ini sedikit kontras dengan keadaan kedua orangtuaku yang hanya tamat SD, tapi dorongan dan motivasi mereka membuatku bermimpi lebih besar dan lebih besar lagi.
Perkenalkan nama saya Robetmi Jumpakita Pinem, biasa dipanggil Robetmi. Saya adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Ini adalah sepenggal kisah perjalan suka duka studiku sampai S3. Perjalanan ini penuh dengan liku tapi dorongan dan doa orangtua membuatku terus maju dan pantang menyerah. Cerita ini sama seperti pepatah Karo “Rulih Adi Mejingkat”.
Saya masuk kuliah S1 di jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Masuk sebagai angkatan pertama di jurusan yang baru membuatku harus banyak belajar. Tidak ada senior sebagai sumber informasi tentang sistem perkuliahan.
Deskripsi mata kuliah bahkan sistem penilaian dan lain-lain hanya bermodalkan tanya-tanya ke senior jurusan lain. Tapi, ada hikmah sebagai angkatan pertama karena mendapat kesempatan membantu aktivitas di jurusan. Jadi, bisa ngobrol banyak dengan dosen-dosen. Wisuda S2 (Master of Business Administration)[/caption]
Tepuk tangan hadirin membuat air mataku jatuh. Saya hanya mengucap Terimakasih banyak kepada Tuhan Yesus dan Kepada kedua orangtua saya yang sudah mati-matian berjuang demi kami anak-anaknya. Sepanjang kuliah S1, cerita panjang penuh dengan liku membuatku terus berjuang apalagi selama menempuh Pendidikan S1 saya mendapatkan beasiswa Tanoto Foundation yang mewajibkan mahasiswa mendapat nilai bagu. Beasiswa yang diberikan selama pendidikan S1 juga bukan main-main. Saya bahkan mendapat kesempatan tiga kali ke Pulau Jawa untuk Gathering Tanoto Scholars dengan kampus lain seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Riau dan Universitas Jambi. Mendapatkan beasiswa sepanjang pendidikan S1 yang nilainya di atas rata-rata beasiswa yang lain membuatku terus terpacu untuk lebih serius belajar. Trettttttttttt, Tretttttttt, Tretttttttt…. Bunyi getaran HP saya. Seorang senior menelpon saya jauh dari negeri Formosa (Taiwan). Beliau mengatakan saya lulus beasiswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kuberitahu kepada Bapak dan Ibu bahwa saya lulus dan akan berangkat ke Taiwan untuk lanjut S2. Ibu saya yang dulu terbayang anak-anaknya hanya akan sampai SMA harus merelakan anaknya berangkat ke negeri orang yang jauh bahkan belum pernah dia dengar sebelumnya. Kuala Namu International Airport (KNO) jadi saksi awal perjalananku ke Taiwan untuk studi lanjut. Bapak Siswadi Tarigan Sibero (Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan) memberi Kata Sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus Bamus dan Pengurus PPI Taiwan.[/caption]
Bagi kawan-kawan yang ingin studi lanjut ke Taiwan, bisa menghubungi saya melalui:
Facebook : Robetmi Jumpakita Pinem