Modesty Souvenir Galeri Seni Budaya Karo Di
J. Sinulingga yang juga seorang veteran pejuang Kemerdekaan RI ini tidak saja berjualan barang antik di Berastagi namun, atas ajakan abang kandungnya yang telah duluan punya usaha galeri souvenir barang antik dan seni budaya di Parapat, J. Sinulingga sering bolak balik Berastagi dan Parapat. Paapat pada masa itu sudah ramai dikunjungi turis asing. Tidak berapa lama akhirnya J.Sinulingga justru memilih menetap tinggal di kota wisata Parapat dengan memboyong istrinya dan beberapa anaknya lahir di Parapat, termasuk salah satu anaknya Budiman Sinulingga yang sekarang pengusaha toko souvenir Modesty Berastagi. Budiman Sinulingga di toko souvenirnya[/caption] Di Parapat, J. Sinulingga tergolong sukses berusaha. Di sana, dia sempat punya toko souvenir dan rumah tempat tinggal, dan punya usaha kapal penyeberangan yang diberi merk' Sahat. Menurut penuturan Budiman Sinulingga, nama Sahat berasal dari kata Sehat sebagai nama anak J. Sinulingga yang paling tua. Berdasarkan logat dan bahasa setempat maka Sehat disebut orang-orang Batak dengan kata Sahat.
Konflik antara Djamin Ginting yang dari Suku Karo dengan Nainggolan dan Simbolon dari Suku Batak terasa di tengah-tengah masyarakat. Sampai sekarang, banyak orang Batak menuduh Jamin Ginting sebagai pengkhianat sedangkan orang-orang Karo menganggapnya justru setia membela bangsa dan negara yang terangkul dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saat itu, acapkali ada teriakan dan ucapan bunuh orang Karo dari orang-orang Batak padahal J. Sinulingga sudah sangat dekat dengan masyarakat setempat. Bahkan banyak orang mengenalnya sebagai yang bermarga Sihotang di sana, Namun, ini tidak membuat ada rasa kenyamanan sehingga J. Sinulingga memilih pergi ke Berastagi membawa semua keluarganya dan meninggalkan semua hartanya yang telah ada seperti toko, rumah dan usaha Kapal yang telah dirintisnya bertahun-tahun.
Sekitar tahun 1960an J. Sinulingga mengontrak tempat di Berastagi persis di tempat yang sekarang ini. Dahulu disebut dengan cara Ciak Kopi . Dahulu tempat ini disebut alamat rumah ini dan sekaligus dijadikan tempat berjualan Barang Antik Seni Budaya Karo di Jl. Kemakmuran 85, Berastagi, yang sekarang nama jalan telah diganti menjadi Jl. Veteran no.33 Berastagi.