Negeri Gugung: Kampung Tradisional Karo Di
Pagi itu, Tim KTC (Karo Trekker Community) kembali berkunjung ke Desa Negeri Gugung (Kecamatan Sibolangit, Deliserdang) ] untuk melatih anak-anak setempat membuat kerajinan tangan, bernyanyi dan sekaligus mengantarkan buku untuk perpustakaan kecil yang telah didirikan oleh KTC sebelumnya di desa itu. Kami sungguh menikmati setiap perjalanan yang dilalui, walaupun jarak begitu jauh dari keramaian kota.
"Harus berjalan kurang lebih 2 jam supaya sampai di sekolah, kak. Kami sudah biasa berjalan. Walaupun kadang iri juga melihat teman-teman yang diantar pakai kendaraan pribadi. Kami sekolah harus ke Bukum," begitulah kata sang adik beru Sembiring saat kami bertanya dimana dia bersekolah dan bagaimana caranya sampai di sekolah. Negeri Gugung memang masih butuh banyak hal. Salah satunya adalah transportasi umum yang berguna untuk warga setempat. Ketiadaan transportasi umum membuat warga susah untuk beraktivitas di luar desa. Ketiadaan transportasi juga menjadi kendala anak-anak desa yang berkeinginan sekolah menjadi malas. Dikarenakan terlalu lama berjalan kaki.
Desa ini jauh dari keramaian kota. Mereka belum memiliki fasilitas listrik yang memadai.
Mereka masih menggunakan pembangkit listrik rakitan dan memakai bahan bakar untuk menghidupkannya.
Kunjungan kami sangat berarti buat mereka, apalagi ditambah dengan pengadaan perpustakaan kecil. Kami berharap mereka semua bisa membaca untuk menambah pengetahuan. "Tak tahu harus berapa lama aku menunggu. Kulihat kupandangi keluar saat itu juga aku resah dan penuh tanya dalam hatiku. Bagaikan menunggu angin yang tak terlihat dan tak tau kemana arah datang dan pergi nya. Lihatlah aku membutuhkanmu. Aku menunggumu tapi tak kunjung datang. Aku anak desa, aku anak Indonesia," demikian kira-kira renungku terhadap wajah anak-anak yang memandang ke halaman kampung dari balik jendela rumah mereka.