Peninggalan Urung Senembah (karo) Di
Salah satu kisahnya adalah rumah tersebut merupakan istana Raja Urung yang merupakan satu dari Raja Berempat yang menetapkan siapa pengganti Sultan Deli. Keempatnya adalah raja-raja dari Suku Karo. Menurut antropolog dari Universitas Leiden (Belanda), Beatriz van der Goes, yang berhasil diwawancarai oleh Sora Sirulo hari ini , pola seperti bisa didapati di banyak tempat di Asia Tenggara. Seorang raja atau sultan dari suku lain diberi tempat di daerah pesisir oleh 4 raja pribumi setelah mengawini perempuan dari suku pribumi. Menurut Beatriz, raja-raja Melayu di Buluh Cina (dekat Hamparan Perak), Tanjung Mangusta (sekarang Tanjung Gusta) dan Sultan Deli sendiri di tahun 1823, saat Jhon Anderson mengunjungi daerah ini, memperistri perempuan dari merga Surbati.
"Orang Karolah yang memberi tanah ke raja-raja Melayu dan menetapkannya menjadi raja di wilayahnya. Bukan sebaliknya yang sejak kolonial dianggap Karo adalah pendatang dari daerah pegunungan," kata Beatriz. Perkampungan tradisional Karo di Deliserdang di masa pre kolonial dan kolonial.[/caption] Adapun mengenai rumah di Urung Senembah, Menurut Wan Chaidir, dulunya digunakan sebagai tempat penyelesaian masalah-masalah warga Karo yang ada di kawasan pegunungan. Warga Desa Patumbak menganggap rumah ini cukup bersejarah dan harus dijaga dan segera dijadikan cagar budaya oleh pemerintahan Kabupaten Deliserdang .