Petani Sinabung Tak Sempat
"Saya menaksir kerugian pribadi saya sampai puluhan juta. Lahan jeruk saya kebetulan tertimpa debu vulkanik saat musim berbunga. Belum lagi tanaman tomat dan sayur mayur lainnya. Baru sekali panen, sudah hancur semua. Tpi, yang namanya hidup kita tidak boleh hanya mengeluh dan berteriak minta bantuan dengan berbagai cara. Terpenting, saya harus bangkit kembali untuk merawat kembali kebun jeruk dan menanam kembali tomat dan sayurnya," demikian dituturkan oleh salah seorang petani dari Desa Gajah, K. Berahmana. Berahmana rela untuk kembali dari nol lagi. "Mudah-mudahan berhasil dan erupsi Sinabung pun reda sampai panen berhasil sedikit demi sedikit. Yang penting kita berusaha," tukasnya sambil menunjukkan tanaman tomat dan jeruknya yang sempat terkena debu Sinabung. Dia juga harus mengeluarkan biaya extra untuk pembersihan dan perawatan dari dampak debu vulkanik. Setelah beberapa kali diguyur hujan yang cukup lebat petani kembali mencoba mengolah lahan pertaniannya dengan mencangkol atau dengan bantuan traktor untuk penggemburan tanah yang sempat 10-20 cm tertutup debu vulkanik.