Beranda / Puisi: Putri Puisi: Putri Berita terkini · 14 April 2016 Oleh: Nancy Meinintha Brahmana (Kabanjahe) ....."tepian tepian jadilah benteng jadilah benteng" ketika tubuhku berpendar dalam sinar "janganlah ada wanita Melayu secantik aku kiranya satu kelikir membuat siaga jejaka berpikir" buluh berbuluh jadilah benteng jadilah benteng hijau ke langit berbicara ke alam nan jauh mengundang perang datang darah tumpah ditolak pinang anak dara "kanda jangan beranjak biar adik bernaung bersama kanda dalam aman" menggeliat dalam rupa tersembunyi raung samudera berdentum dalam keletihan siaga kanda adik tercinta rumah kaca sesajen telur dan bertih angkat kata pada dupa dupa tuju pada langit menggaung hingga samudera Selat Malaka yang menggeliat marah "oh Sang Langit-langit siarkan kabar pada paduka dasar samudera kiranya sambut raga adinda telah letih merana karena darah yang melolong bagaimana mungkin bertih menjadi tahta dan telur menjadi peraduan?" biarlah terngiang Medan peperangan dan Belawan perbantahan jejak berpasir ingsut raga kanda pada tepian Sungai Deli // biarlah terngiang rumah kita berpeluh rindu padi bertuah di Deli Tua dan tempat permandian hamba "tepian tepian jadilah benteng jadilah benteng jangan lagi melemah rakyatku karena uang menyerbu yang kutinggal adalah buah santun petiklah dalam tujuh rupa di sumur kita perebutan bukanlah hatiku jangan semai darah nan lalu" "Aru Baru Aru Baru adinda berserah pada rindu hangat ayah ibu kanda bersatu hamba berharap kenanglah itu" MENGENANG PUTRI HIJAU MELAYU - KARO DELITUA - MEDAN // Iklan