Selada Segar Untuk Kerja
Sebagai panitia, Karang Taruna bertanggungjawab atas pengadaan dana untuk acara hiburan. Dibutuhkan para donatur untuk memenuhi kebutuhan dana. Namun, kadang dalam proses pencarian dana acapkali terkesan sembarangan dan tidak ada kreativitas dari Karang Taruna. Dengan bekal beka buluh dan uis gara (kain tenun Karo untuk laki-laki dan perempuan), sekelompok pengurus Karang Taruna biasanya turun ke jalan raya menjadi "portal" jalan meminta sumbangan dana bagi pengendara yang melintas. Ketika musimnya pesta tahunan di beberapa kampung secara berbarengan maka pemandangan ini lazim kita lihat di sepanjang jalan raya. Tak jarang mobil yang lewat hanya melintas saja tanpa memberikan sumbangan apapun.
Tak habis pikir, pengendara yang lewat langsung menyodorkan tangannya ke luar jendela mobil dengan mengepal uang Rp 1.000 atau Rp 2.000 sehingga dana yang mereka targetkan pun tidak akan tercapai. Lain halnya dengan Karang Taruna Desa Doulu (Kecamatan Dolat Rakyat) yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata mata air panas Berastagi. Tempat ini jugas dikenal sebagai penghasil sayur-mayur yang bagus dan segar. Strateginya ternyata berbeda dari desa-desa lain. Karang Taruna desa ini menanam sayur-mayur seperti selada putih, dan membagikannnya saat memjnta sumbangan bagi setiap mobil yang lewat. Kadang, Karang Taruna membeli sayuran dari petani setempat dengan catatan harus bagus dan segar. Strategi ini ternyata memberikan simpati yang luar biasa bagi para pengendara yang lewat.
Ini adalah salah satu strategi marketing untuk meningkatkan nilai jual, semoga bermanfaat. //