Sirulo Tv: Karo Kembali Ke Padi
"Memakan nasi dari padi ladang untuk sarapan pagi bisa bertahan hingga Pkl. 13.00 siang, sedangkan padi sawah hanya sampai Pkl. 11.00," kata seorang petani padi ladang di Desa Lingga (Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo). Beberapa warga Karo mengatakan bahwa nasi padi ladang jauh lebih enak dari padi sawah. Selain itu, alasan lain dari penanaman padi ladang adalah untuk mengembalikan daur hidup (life cycle ) pertanian setahun sekali yang berjalan sama dengan daur hidup tahunan dari kampung-kampung tradisional Karo. Pesta tahunan Karo yang disebut kerja tahun adalah sejenis Tahun Baru di dalam Suku Karo. Hanya saja, relativitas ruang dan waktu berlaku bagi kebudayaan tradisional Karo sehingga sebagian wilayah Karo merayakan Tahun Baru pada saat musim tanam padi ladang (merdang ), sebagian lain pada musim panen (rani ), dan wilayah di tengah-tengahnya pada saat padi sedang bunting (erbunga benih ).
Persawahan dengan irigasi modern baru dimulai di Karo (baik Karo Hilir maupun Karo Gunung) oleh Belanda pada tahun 1930 di Batukarang, sebuah desa di kaki Gunungapi Sinabung. Tak lama setelah itu, terjadi gempa bumi terbesar sepanjang sejarah Karo yang dikenal dengan Linur Batukarang atau Nagan Batukarang. Tanaman cabai di sela-sela padi ladang.[/caption]