Beranda / Sosial Media Dan Gaya Hidup Baru Di Sosial Media Dan Gaya Hidup Baru Di Berita terkini · 3 Juni 2016 Oleh: Jhon Rocky (Kabanjahe) Kecanggihan informasi Teknologi saat ini merubah peradaban dunia, masyarakat dibawa pada situasi yang paradoks. Di sisi lain, globalisasi informasi telah melahirkan kesadaran individu sebagai penghuni satu bumi. Sekat ruang dan waktu seakan tidak ada dengan kecanggihan teknologi. Globalisasi informasi merangsang munculnya aliansi regionalisme ekonomi juga kesadaran etnik serta pencarian jati diri dari berbagai komunitas. Dalam realitas kehidupan, fenomena global juga memberikan dampak yang cukup luas terhadap prilaku masyarakat. Masyarakat Suku Karo yang dikenal kental dengan norma dan adat juga tak luput dari hempasan teknologi ini. Prilaku hidup orang-orang Karo yang dulu dikenal ramah dan suka bersosialisasi kini mulai terkikis digerus perkembangan zaman teknologi canggih. Hal ini dapat kita lihat di kede-kede kopi yang banyak terdapat di desa maupun di daerah perkotaan Karo. Pada masa dulu, kede kopi dipadati berbagai kalangan dengan banyak aroma cerita baik masalah politik, pertanian dan sebagainya. Tak jarang kede kopi juga sering dibuat sebagai sarana untuk bersenda gurau pada malam hari sebelum istirahat. Seiring perkembangan teknologi informasi, hal-hal tersebut di atas sudah jarang sekali ditemui. Tersisa hanya keheningan. Para pengunjung yang ada di kedai kopi semuanya terdiam. Sibuk dengan android masing masing berselancar di dunia maya. Satu sama yang lainnya tidak bertegur sapa lagi (Adi mbarenda siiahken denga temanta gelah minem ). Semuanya diam membisu sampai mata lelah dan pulang ke rumah untuk beristirahat. Keganasan jejaring sosial ini juga merambah ke dalam acara-acara adat masyarakat Karo baik acara suka maupun duka. Para tamu undangan tidak lagi peduli pada rangkaian acara maupun cara-cara ngerungui dalam Adat Karo. Semuanya asyik berselfi ria dan berselancar di dunia maya. Seharusnya masyarakat bersifat dinamis menyesuaikan diri dengan fenomena ini. Kita harus tetap mengedepankan aturan atau norma-norma adat kita sebagai masyarakat Karo. Sehingga, walaupun kita mengikuti derasnya perkembangan zaman, kita juga tetap menjunjung tinggi kultur khas budaya Karo yang kita banggakan selama ini. Mejuah-juah! // // Iklan