Akankah Bupati Deliserdang Jadi Ke Kampung Terisolir
Luas wilayah kampung sekitar 100 ha yang dihuni oleh hanya 50 keluarga.
Laja bisa dimasuki melalui Desa Batu Layang (Sibolangit) dengan jarak tempuh sekitar 5 Km dengan kenderaan roda empat, tapi lantainya harus tinggi seperti jeep atau sejenisnya yang bukan sedan. Bisa juga ditempuh dengan dengan jarak tempuh 4 km dari Desa Pertembuken (Kecamatan Sibiru-biru) atau 5 km dari Desa Penen (Kecamatan Biru-biru). Tapi, dari kedua desa terakhir ini, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bisa juga sih ditempuh kenderaan roda dua, tapi harus yang bermesin tahan banting. Bendahara Desa Salabulan, Estepanus Karosekali, dengan latar belakang jalan menuju Dusun Laja melalui Desa Pertembuken.[/caption]
Sri yang berasal dari kampung mengatakan kepada SORA SIRULO masih sangat lekat di dalam kenangannya, semasih kecil, warga Dusun Laja bergotongroyong sampai terkadang meninggalkan pekerjaan bertani demi bekerja bersama para relawan dari Parpem GBKP Sukamakmur. Hutan di sekitar Laja[/caption]
Mungkin dibandingkan dengan desa sekitarnya Dusun Laja yang paling tertinggal terutama bila dilihat dari sudut pembangunan jalan dan prasarana pemerintahan. Namun, hidup di kampung ini lebih nyaman dibandingkan dengan kampung-kampung lain. Ya, itu tadi, mereka sudah memiliki MCK (Mandi Cuci Kakus) di rumah masing-masing. Kenyamanan ini bukannya didapat dengan mudah. Tanpa rasa sosial yang tinggi dari warga mustahil kampung kami bisa dialiri air ke rumah-rumah dan diterangi listrik pula. Kandang ayam salah seorang warga Dusun Laja[/caption]