Community — Sorasirulo
Sorasirulo

Community

Berita terkini ·
Community
Oleh: Alfonso Maranatha Ginting (Medan)

Perkembangan jaman yang begitu pesat, telah menggerus keberadaan Suku Karo di kampungnya sendiri. Sadar atau tidak, itulah yang sudah terjadi. Bukankah pendiri Kota Medan adalah seorang manusia dari Suku Karo yang bernama Guru Patimpus bermerga Sembiring Pelawi? Bukankah nama - nama jalan, kota, desa di Medan adalah sebagian dari bahasa Karo? Bukankah perkampungan di Kota Medan adalah perkampungan yang dulunya perkampungan Karo?

Madan yang berubah nama menjadi Medan. Kesain yang berubah nama menjadi Kesawan. Songgal yang berubah nama menjadi Sunggal. Belum lagi perkampungan-perkampungan Karo yang terdapat di Kota Medan seperti, Tanjung Merawa, Lubuk Pakam, Deski, Simalingkar, Padang Bulan (Padang Mbelang), Lau Cih, Sempa Kata, dan lain-lainnya.

Lalu ketika terjadi masalah seperti penulisan kata Horas dengan memakai baju kebesaran adat Karo di spanduk makanan yang ada di pusat perbelanjaan Carefour, kata horas yang terdapat di pintu masuk swalayan Brastagi dan bahkan bus Damri yang merupakan milik pemerintah menulis kata Horas di atas kain kebesaran Karo beka buluh . Spanduk yang berpakaian adat suku lain tetapi dibuat oleh Pemkab Karo. Orang Medan, Sumatera bahkan Indonesia kurang mengetahui bahwasanya di Sumut ada suku yang bernama Karo sebagai pendiri Kota Medan.

Salahnya di mana?.

Salahnya terletak pada diri kita sendiri, kekeliruan itu disebabkan keteledoran kita sendiri. Ketika hal itu terjadi kita seolah - olah seperti kebaran jenggot. Kita mengamuk.

Cinta budaya bukan harus seperti memakai kacamata kuda yang tidak mau melihat sekelilingnya dan bukan menjadi kolot. Cinta adat bukan harus mencampakkan agama kita. Cinta budaya dan adat adalah proses pembauran kita terhadap sekeliling, ikut dalam perkembangan jaman, taat kepada agama.

Dentuman meriam sudah terdengar. Pasukan musuh sudah membuat siasat. Saatnya kita memakai perisai Budaya Karo dan pedang Adat Karo untuk tetap berdiri tegak dan memenangkan peperangan, melawan perkembangan jaman sehingga kita tidak tergerus dan leyap dimakan jaman.