Kolom Andi Safiah: Agama Dan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Andi Safiah: Agama Dan

Berita terkini ·

Saya dicap sebagai manusia yang anti Agama, anti Tuhan dan sebagai manusia yang bermasalah. Bisa jadi mereka memang benar. Atau bisa juga salah total. Pasalnya, saya sendiri pun tidak mengerti mengapa otak saya ketika berhadapan dengan Agama dan Tuhan selalu resisten menolak. Menolak semua logika keagamaan dan ketuhanan yang ditawarkan.

Karena saya menyadari bahwa urusan Agama dan Tuhan sebenarnya tidak layak beredar dalam ruang-ruang publik yang menuntut rasionalitas sekaligus kewarasan.

Mungkin inilah alasan yang paling kuat dalam kesadaran saya sebagai manusia, bahwa kita bisa berdebat soal apapun asalkan berpijak di atas bukti-bukti empiris yang bisa kita uji bersama. Sementara Agama dan Tuhan bukanlah wilayah empiris. Dia hanya ada dalam imaginasi dan angan-angan manusia. Antara satu angan-angan dengan yang lainnya berbeda. Inilah yang membuat Agama dan Tuhan menjadi masalah "permanent" dalam kesadaran manusia.

Bagi manusia-manusia paripurna, semacam Spinoza, sudah menyadari hal ini sejak lama, dan tingkat kesulitan menjelaskan posisi Agama dan Tuhan memang luar biasa. Bisa jadi lebih mudah menjelaskan pergerakan particle dari pada pergerakan konsep Agama dan Tuhan, karena particle bisa diamati, sementara Agama dan Tuhan tidak bisa diamati secara langsung.

Namun eksistensi agama dan Tuhan ada pada diri dan pergerakan manusia. Einstein pernah bilang: "Jika tidak ada pergerakan, maka tidak ada apa-apa." Manusia senantiasa melakukan pergerakan sehingga tidak heran jika Agama dan Tuhan berjamur di mana ada species manusia.

Bisakah Agama dan Tuhan dibuang dalam sejarah pergerakan manusia? Saya kira tidak, tapi Agama dan Tuhan bisa disimpan dalam kotak Pandora kesadaran manusia. Untuk urusan itu, Agama dan Tuhan perlu dibatasi pada urusan individual yang private.

Sementara yang sifatnya terbuka dan publik biar diselesaikan oleh kesadaran empiris manusia. Hanya dengan itu harmoni antara materi dan anti materi bisa berjalan, karena masing-masing berjalan pada jalurnya, bukan saling bertabrakan atau berbenturan.

# Itusaja ! (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });