Kolom Andi Safiah: Mbs (miskin, Bodoh, — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Andi Safiah: Mbs (miskin, Bodoh,

Berita terkini Kolom ·
Kolom Andi Safiah: Mbs (miskin, Bodoh,

Kebencianmu pada Ahok akhirnya melahirkan malapetaka bagi dirimu sendiri. Makanya jangan mau menjadi manusia bermental MBS. Tau kan MBS ini adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh seorang kawan BH saat masih bergulat di forum-forum intelektual. Gelar itu cocok untuk rakyat Jakarta yang sukses memberikan tahta bagi seorang pembohong dan penipu kelas ulung.

Akhirnya kalian harus menikmati akrobat-demi- akrobat dari penipuannya yang luar biasa menipu akal sehat.

Inilah ekspresi dari masyarakat yang bermental MBS. Mereka membuat penilaian bukan atas dasar realitas, bukan atas dasar fakta-fakta empiris, tapi kesadarannya dikendalikan oleh otoritas yang bernama "iman".

Akhirnya yang mereka saksikan saat ini adalah seorang pemimpin yang beriman. Caranya menjawab soal-soal real diserahkan sepenuhnya kepada Allah sang imaginari supranatural being. Lihat saja ketika Jakarta dihantam oleh hujan dan banjir adalah langganan serius, maka mari sama-sama kita berdoa kepada Allah agar tidak menurunkan hujan, solusi yang super genius.

Bagi saya ini adalah cara seorang pemimpin dalam menipu rakyatnya yang bermental MBS.

Sekarang Jakarta harus kehilangan manusia yang sanggup membangkitkan arena "dialektika" dalam ruang-ruang publik, karena karakter yang meledak-ledak bagaikan kembang api. Tau kan kembang api hanya akan tampil cantik jika dia mengeluarkan bunyi-bunyian yang khas. Ahok juga begitu. Dia doyan mengeluarkan bunyi-bunyian yang khas sehingga merangsang lahirnya dinamika publik.

Kebencianmu pada dia justru berbalik arah. Kamu tidak akan menyaksikan kembang api yang indah lagi. Sekarang otakmu diminta untuk kembali diam dan bersembunyi di balik tembok-tembok ratapan. Film yang diputar di layar tancap saat ini sudah berbeda. Tidak seperti dulu lagi; dulu kamu bisa ikut terlibat dalam setiap pertunjukan, sekarang peranmu sedang coba dikembalikan pada posisinya semula, yaitu DIAM.

Sebagai warga negara Indonesia, saya cuman ingin menuliskan refleksi ini, bahwa mentalitas MBS harus segera kita tinggalkan. Itu jelas merugikan kita semua. Sudah saatnya berjalan di atas natural rule and orders. Bukan hasil rekayasa manusia untuk menguasai manusia lainnya.

Kita sebagai bagian dari spirit bangsa ini jangan mau diam di atas penindasan dan pembodohan yang dilakukan oleh siapapun yang sedang berkuasa. # Itusaja ! (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });