Kolom Asaaro Lahagu: 19 April, Taktik Jitu Tito Dan
Seringan apapun tuntutan Jaksa, itu tetap akan mempengaruhi pemilih pada 19 April. Inilah yang membuat pendukung Ahok galau. Pernyataan para pengacara Ahok bahwa tidak masalah jika sidang tuntutan tetap dilakukan, itu hanya taktik mengelabui para kaum sumbu pendek agar tidak mengamuk.
Bagi para lawan Ahok, pembacaan tuntutan kepada Ahok akan menjadi senjata baru kaum sumbu pendek. Bila tuntutan Jaksa maksimal yakni 4 - 5 tahun, maka para lawan Ahok akan bersorak sambil ejakulasi. Spanduk-spanduk pun sudah disiapkan. Bunyinya, penista agama dituntut hukuman 5 tahun. Penjarakan secepatnya Ahok.
Lalu, bagaimana jika tuntutan Jaksa hanya 3 - 12 bulan? Inilah yang telah dicium oleh Kapolri Tito. Intelijen sudah mencium bau demo bergemuruh dan habis-habisan. Alasannya, tuntutan ringan Jaksa telah melukai hati kaum Muslim di seluruh dunia. Kira-kira begitu respon kaum fitsa hats dan firsa hots. Di sebuah daerah di Sulawesi. Foto: Flickriver [/caption]