Kolom Asaaro Lahagu: Ada Tito, Wiranto, Dan Bin, Demo
Hasilnya? Gatot terjebak. Gatot yang sudah dipasok informasi salah dari beberapa pihak, sudah tidak mau berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, BIN, Polri. Yang muncul kemudian adalah kecurigaan Gatot yang berakibat blunder. Gatot melempar pernyataan senjata illegal 5.000 pucuk saat bertemu dengan para purnawirawan TNI. Informasi itu menurut Gatot adalah hasil informasi akurat dari intelijen. Bahkan Gatot berani melempar bola panas siap ‘menyerbu markas Polri’ jika Polri terbukti mempunyai senjata yang bisa menembak alat-alat tempur TNI. Belakangan Gatot buru-buru membantah bahwa informasi senjata illegal 5.000 pucuk bukan dari intelijen.
Terkait blunder Gatot, Wiranto dengan cepat meluruskannya. Wiranto menegaskan bahwa tidak ada pembelian senjata illegal 5.000 pucuk. Yang ada adalah 500 pucuk senjata dibeli secara sah oleh BIN dan anggarannya sudah disetujui oleh DPR. Penjelasan ini langsung membungkam Gatot. Gatot pun dipanggil Presiden dan menjelaskan blundernya itu dengan malu. Sungai Lau Jandi yang mengalir dari Desa Jandi melintasi Desa Kidupen, Dataran Tinggi Karo, kampung asal dari Jonru Ginting dan Dr. Jamin Ginting SH. Foto: Desa Kidupen .[/caption]