Kolom Asaaro Lahagu: Agus: Saya Yakin Unggul Dalam Debat,
Pernyataan Agus bahwa dia unggul dalam debat, langsung membuat kepala saya berdenyut-denyut. Sambil serumput kopi, saya mencoba mencari secara obyektik apa keunggulan Agus dalam debat itu. Nalar saya bergerak ke sana ke mari mencari keunggulan Agus. Pun saya berulang kali menonton video youtube Agus sambil memperhatikan wajah hadirin yang sedemikian takjub, melotot dan tak berkedip pada penampilan Agus. Akhirnya setelah bersusah payah mencari, saya berhasil menemukan keunggulan Agus. Hasilnya menakjubkan.
Pertama , Agus memandang debat pertama ini bukan hanya sekedar acara debat, tetapi panggung pertunjukkan kolosal. Kedatangan keluarga dan para pendukung Agus dengan pakaian seragam hitam lengkap, sukses membuat kepercayaan Agus naik signifikan. Sebelumnya Agus 2 kali absen berdebat karena takut. Akan tetapi kedatangan Agus malam itu membuat pemirsa televisi tak berkedip, mata melotot, mulut menganga saat mencerna setiap untaian kata Agus yang bernada prihatin atas nasib orang miskin. Soal rasa prihatin kepada orang miskin, Agus jauh lebih unggul.
Ke dua , saat menyampaikan narasinya, Agus terlihat sedang mempresentasi hafalan hebat dengan intonasi deklamasi. Agus jelas menguasai hafalannya dan dapat mengucapkannya dengan cepat dan lancar. Ia sebanding dengan ayahnya SBY yang mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan struktur bahasa yang lugas. Dibandingkan dengan Ahok dan Anies, jelas Agus lebih unggul dalam kemampuan menghafal. Ke tiga , suara pendukung Agus terlihat lebih riuh saat bertepuk tangan. Dalam ruangan debat di Hotel Bidakara, suara pendukung Agus lebih unggul saat bersorak dan memberi semangat kepada Agus. Apapun yang diucapkan Agus terus diaplaus dan diberi pujian sekeras-kerasnya. Terlihat Ibu Ani dan Anisa Pohan terus mengangkat jari satu untuk mendukung setiap kata yang diucapkan Agus. Sorakan Agus-Sylvie siapa yang punya, yang punya kita semua terus bergema.