Kolom Asaaro Lahagu: Demo 21 Februari, Efek ‘kemenangan’ Anies,
Anies yang sebelumnya berada di posisi buncit pada sebagian besar survei, tiba-tiba nyaris menyalib suara perolehan Ahok. Keberhasilan ini dianggap buah dari perjuangan dan strategi hebat para pendukung Anies. Optimisme tinggi menyala-nyala mulai membakar jiwa para pendukung Anies, terutama kaum khilafah.
Di antara para pendukung khilafah, ada suatu keyakinan besar atas apa yang telah mereka lakukan selama ini. Pertama, mereka berhasil memobilisasi dukungan kepada Anies pada last minute pencoblosan. Ketika peluang Agus semakin tipis, para pendukung kaum khilafah dengan cepat berpaling kepada Anies. Hasilnya pun luar biasa.
Ke dua, militansi kader Partai Gerindra, lebih-lebih PKS bekerja sama dengan pendemo, berhasil mengerem laju Ahok untuk menang satu putaran. Demo besar 411, 212, 112, terbukti cukup ampuh untuk menggerus dukungan kepada Ahok. Ahok kendatipun menang tipis, namun ia tidak berhasil memenangkan Pilkada DKI satu putaran.
Ke tiga, ada keyakin di kalangan para khilafah bahwa isu-isu SARA asalkan terus dipanasi, akan tetap laku dijual di Pilkada DKI. Spirit 212 dan rencana demo 21 Februari (212) mempunyai kesamaan tanggal yang cantik. Spirit 212 telah menyebar dan menumbuhkan inspirasi pada putaran ke dua, Ahok akhirnya berhasil dikalahkan.
Adanya keyakinan memenangi pertarungan di DKI Jakarta, membuat para pendukung Anies terutama dari kaum khilafah, semakin termotivasi hebat. Rencana demo pun kembali tumbuh dan mulai menyala-nyala. Maka FUI kembali berinisiatif menggerakkan demo ke jantung parlemen hari Selasa mendatang.