Kolom Asaaro Lahagu: Demo 313: Sekjen Fui Ditangkap, Pedang
Tujuan ke tiga adalah memberi pesan kepada publik bahwa FUI masih narsis, selfie alias eksis di dunia perdemoan. Ini berarti menyampaikan pesan kepada dunia luar bahwa para anti Ahok di Indonesia masih kuat, solid dan gagah perkasa. Ke empat, kalau pertama, kedua dan ketiga tidak berhasil, maka minimal tujuan ke empat tercapai, yakni mengingatkan kepada semua kaum titik-titik akan si penista agama agar jangan dipilih.
Menghadapi aksi demo 313, Jokowi terlihat tenang, senyap namun siap mengayunkan pedang samurainya. Demo tetap diijinkan namun di bawah kendali kepolisian. Kalkulasi Presiden Jokowi terkait demo 313 sangat hati-hati. Alasannya demo 313 merupakan cikal bakal demo lebih besar bulan April menuju Tamasya Al-Maidah 19 April. Para lawan Ahok akan tampil habis-habisan untuk memenangkan Anies-Sandi dengan cara apapun yang mungkin. Pilkada 2017 ini akan menuju pertarungan brutal.
Polri pun telah mengeluarkan larangan Tamasya Al-Maidah. Demi terwujudnya demokrasi, TNI-Polri telah bertekad akan bahu membahu mengawal setiap TPS pada hari pencoblosan. Setiap TPS akan dikawal 1 polisi dan 1 TNI. Para pengawal TPS ini setiap saat memberi informasi kepada tim barisan pemukul yang siap bergerak ke TPS-TPS yang mengalami ancaman dan gangguan. Kini Polri semakin tegas menunjukkan kelasnya sebagai pemegang keamananan di negeri ini.
Konstelasi dan kontestasi politik menjelang 19 April 2017 semakin brutal. Inilah yang dipahami betul oleh Jokowi. Bagian intelijen dan tindakan preventif pun sedang disiapkan. Pertemuan Jokowi dengan Ketua MUI, Ma’ruf Amin, kemarin adalah untuk meredam gejolak demo 313 dan demo yang lebih besar menjelang 19 April mendatang. Pun pemanggilan Ma’ruf Amin bertujuan untuk meredam gejolak ketika Polri mulai bertindak tegas.
Jum’at 31 Maret 2017, polisi bertindak tegas. Lewat Polda Metro Jaya, tim khusus menangkap 5 orang terkait dugaan makar. Salah satu yang ditangkap adalah Muhammad Al Khaththath, Sekjen Forum Umat Islam (FUI). Ini adalah langkah awal ketegasan polisi mencegah demo yang lebih besar. Para kaum sumbu pendek harus diberi pelajaran. Indonesia sekarang sedang membangun dan bukan kerjanya demo melulu atau makar.
Foto header: 2 penari Suku Karo. Ria A.V. br Sembiring Depari (kiri) dan Riani br Tarigan (kanan)