Kolom Asaaro Lahagu: Rizieq Diperiksa, Ketakutan, Panik Dan
Alasan pertama sama sekali tidak relevan. Kedatangan Rizieq untuk diperiksa di Polda Jawa Barat, bukan dengan hati tulus. Dia tidak datang dengan penuh kesadaran sebagai warga negara yang taat hukum. Saat dipanggil polisi Polda Metro Jaya terkait kasus orasi Ahmad Dhani November lalu misalnya, Rizieq tidak datang tanpa alasan jelas.
Saat dipanggil Mapolda Jabar 5 Januari 2017 lalu, Rizieq juga tidak datang. Jadi, alasan pertama bahwa Rizieq datang dengan hati tulus, gugur. Kalau dia ikhlas datang, Rizieq seharusnya datang sendiri tanpa dipanggil. Ia bisa meniru Ahok yang pernah datang sendiri ke Bareskrim Polri tanpa dipanggil. Lalu bagaimana dengan alasan ke dua?
Alasan ke dua bahwa Rizieq datang untuk menekan polisi masih relevan. Sebelum dia datang di Mapolda Jawa Barat, laskar FPI sudah terlebih dahulu datang untuk memberi dukungan. Pertanyaannya, mengapa Rizieq membawa massa FPI ke Mapolda Jawa Barat? Untuk mendemo polisi? Menakuti polisi? Bisa jadi, ya.
Rizieq membawa massa FPI-nya untuk menunjukkan bahwa Rizieq adalah orang yang berpengaruh, punya massa besar, The man of the year ala Lieus dan kawan-kawan. Oleh karena itu bersama dengan massa FPI-nya, Rizieq mengirim pesan kepada polisi agar tidak macam-macam kepadanya.
Jika tujuan Rizieq untuk menakut-nakuti polisi, maka jelas tujuan itu gagal total. Seharusnya, jika mau menakuti atau menekan polisi, maka saat panggilan pertama, massa FPI sudah mendemo Mapolda Jawa Barat. Tujuannya agar polisi tidak berani lagi melayangkan panggilan ke dua. Nyatanya FPI tidak mendemo Mapolda Jabar. Polisi juga sudah melayangkan panggilan ke dua dan mengancam akan membawa paksa Riziew jika mangkir lagi. Memang Rizieq berhasil membuat repot Polda Jabar saat dirinya datang. Polda Jabar harus menurunkan 800 personil polisi untuk mengamankan proses pemeriksaannya. Selain itu Mapolda Jabar juga menghentikan seluruh aktivitasnya demi menghadapi Rizieq dan FPI-nya. Hebat bukan? Persiapan polisi terkait pemeriksaan Rizieq memang serius. Itu menandakan bahwa Rizieq orang yang berpengaruh dan bukan orang semberangan. Namun, hanya sampai di situ, polisi tetap saja tidak takut memeriksa Rizieq.