Kolom Asaaro Lahagu: Sidang Ahok Ke-15: Instink Jokowi Terbukti,
Sebaliknya jika Jokowi membiarkan Ahok tersangka, terdakwa, terpidana dan masuk penjara, maka tamatlah riwayat duet maut Jokowi-Ahok. Ahok pun tersingkir dari pertarungan Pilkada DKI dan menyisakan Anies vs Agus yang berduel. Masing-masing merasa di atas angin. Agus mudah mengalahkan Anies dan Anies berpandangan mudah mengalahkan Agus. Sasaran selanjutnya Pilpres 2019.
Namun, grand design Jokowi selangkah di luar prediksi lawannya. Jokowi paham jebakan kuda itu. Dua-duanya ia kerjai dengan cekikikan. Tidak masalah Ahok tersangka, namun ia tidak boleh dipenjara. Titik. Ahok boleh terdakwa, namun ia harus aktif kembali menjadi gubernur DKI Jakarta setelah kampanye.
Pun tidak masalah Ahok bertarung pada 2 putaran. Karena hal itu sesuai dengan prediksi. Itu target grand design yang tidak sulit dicapai di tengah sidang yang masih memberatkan Ahok. Namun, agar Ahok masuk pada putaran ke dua, salah satu saingan harus disingkirkan. Pilhan paling empuk adalah Agus karena elektabilitasnya tertinggi dari berbagai survei. Untuk sementara Anies diabaikan. Caranya, isu korupsi pasangan Agus, Silvi, ditumis, digoreng hingga dibakar.
Hasil dari grand design pun seperti yang terjadi. Agus tersingkir, Ahok masuk putaran ke dua dan tinggal berduel dengan Anies. Nah, sekarang mudahlah bagi The master of designer menyerang Anies. Segala panah, meriam dan rudal pun semua diarahkan kepada Anies. Isu korupsi dan kasus hukum pun mulai ditembakkan. Isu korupsi jelas sepadan dengan isu penistaan agama Ahok. Jadi seimbang, sepadan dan fair. Mantap sama-sama punya kasus hukum.
Ke dua , Jokowi ditekan untuk memberhentikan Ahok dari jabatan gubernur. Jokowi tak menggubris tuntutan itu dan malah mengetest situasi. Ia menunggu apakah ada demo bergelombang dengan jumlah 7 jutaan? Ternyata tidak ada. Tinggal demo-demo seupil yang tak berarti. Jokowi pun tetap pada pendiriannya, Ahok tetap aktif menjadi gubernur.
Jika demikian, maka benarlah apa yang dikatakan hakim. Mari kita percepat sidang-sidang ini, tidak perlu lagi dilama-lamakan. Buang-buang waktu, tenaga dan hanya menggangu orang di jalan saja. Kesimpulan kasus itu pun sudah di tangan. Ahok korban nafsu begundal politik. Nah, jika begitu ending -nya, sudah pasti lawan-lawan Ahok tidak mampu berbuat banyak, alias tidak berkutik. Foto-foto yang ditampilkan adalah busana tradisional Suku Karo (Sumatera Utara) yang dikenakan oleh Sanggar NGGARA SIMBELIN pimpinan Simpei Sinulingga dari desa budaya Lingga (Dataran Tinggi Karo) dan EMA (Ersada Min Arihta) arahan Sri Ngena br Gurusinga dari Medan. Kedua kelompok seni ini tampil kemarin malam di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU ) Medan.