Kolom Asaaro Lahagu: Takut Ahok Menang, Anies Kunjungi Fpi,
Sepintas lalu, kunjungan Anies di Markas FPI itu adalah hal yang wajar dan tidak ada yang salah. Bertemu dengan berbagai kelompok apalagi menghadiri acara diskusi dengan tema keren, akan membuka nalar lebih berwawasan. Tujuan lainnya untuk mengklarifikasi berbagai fitnah juga merupakan hal baik, elegan, santun dan terpuji. Sampai pada pemahaman ini, Anies masih mantap.
Akan tetapi, jika ditelaah lebih lanjut, apalagi seruput teh lemon atau kopi dengan tahu isi (ala Denny Siregar), kunjungan Anies itu ternyata tersembunyi beberapa hal di baliknya. Ibarat peribahasa “ada kepiting di balik mangkok, atau ada bayangan di balik layar”, membuat nalar berdenyut-denyut untuk memahaminya. Apa saja pesan kunjungan Anies itu ke Markas FPI?
Pertama , Anies baru mulai sadar bahwa ia butuh dukungan FPI untuk mengangkat pamornya. Dari berbagai survei, Anies tetap berada pada nomor urut buncit alias urutan paling bawah. Sementara Agus, untuk sementara tetap berada di posisi nomor satu. Ahok bertahan pada nomor dua, sesuai dengan nomornya, nomor dua, tanda victory alias tanda kemenangan.
Padahal, semua orang tahu bahwa dibandingkan dengan Agus, Anies lebih berpengalaman di pemerintahan dan di akademisi. Anies adalah mantan menteri, mantan rektor, seorang akademisi bergelar profesor, doktor. Ia santun, senyum selalu menghias bibirnya. Programnya jelas (walaupun sedikit alay dan lebay) hehe. Ia juga berani berdebat, memakai pakaian kemeja putih, meniru Jokowi agar kelihatan seorang pekerja. Tetapi mengapa ia selalu kalah dengan anak kemarin sore, alias anak ingusan? Foto: Claudiadwis [/caption]