Kolom Asaaro Lahagu: Tito Mulai Sukses Lemahkan
Rizieq pun tidak berani datang sendiri memenuhi panggilan polisi. Jelas ia takut jika ditahan. Rizieq juga dipaksa untuk selalu membawa massa agar bisa menekan polisi. Lalu, sampai kapan Rizieq sanggup mengerahkan massa? Mampukah Rizieq bersaing dengan sumber daya kepolisian?
Indikator lain bahwa Tito mulai sukses lemahkan Rizieq, terlihat pada massa FPI yang demo pada hari Senin . Massa FPI dan beberapa Ormas lain terlihat semakin sedikit. Massa FPI itu tidak lebih dari 1.500 orang. Jumlah itu sangat berbeda saat demo terakhir 212 yang mencapai 7 juta orang (hitungan alay dan lebay). Padahal demo kemarin dipimpin langsung oleh Ketua GNPF-MUI Bachtiar Natsir. Ini berarti kekuatan lain yang menunggangi Rizieq selama ini sudah tereliminir.
Maka ketika mengamati langkah Tito dalam menghadapi Rizieq, sayapun semakin paham. Cara Tito menghadapi ormas radikal dan ekstrim macam FPI-nya Rizieq, bukanlah dengan frontal. Tito tidak langsung membubarkan FPI dan menangkap langsung Rizieq. Tito terlihat terus melemahkan sumber daya Rizieq seperti sumber daya manusia, sumber dana demo dan dukungan kelompok politik di sekitar mereka.