Kolom Eko Kuntadhi: Adik
"Tidak. Biar bagaimana pun dia adalah adikku. Seular-ularnya, dia adalah saudaraku satu-satunya."
"Kok bisa ya, ibumu melahirkan ular?"
"Lalu dia berbisik. Menyebut nama sebuah partai."
"Ohhh... itu adikmu?" desahku panjang.