Kolom Eko Kuntadhi: Bunga-bunga Itu Berbicara — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Eko Kuntadhi: Bunga-bunga Itu Berbicara

Berita terkini ·
Kolom Eko Kuntadhi: Bunga-bunga Itu Berbicara

Bunga-bunga itu bicara lagi berjajar di Balai Kota Jakarta dengan berbagai ungkapan seperti sebait puisi rindu dan surat cinta Orang bilang kami belum move on biarlah, kami juga tidak terlalu peduli rakyat mana yang mampu move on dari seorang pemimpin yang baik? yang mengabdikan diri untuk rakyatnya yang bekerja begitu keras untuk sebuah cita-cita bersama yang anti korupsi yang kemudian dinistakan dengan beringas Kami tidak ingin move on , jika itu diartikan sama dengan melupakan sebab kami tidak mungkin melupakan sosok lelaki yang membuat kami pernah merasa hebat jadi penduduk JakartaSejak dulu kami tidak pernah merasa dihargai sebagai rakyat ketika datang ke birokrasi untuk mengurus ini-itu, biasanya kami cuma dipandang sebagai sapi perah tapi, pernah ada satu masa, dimana birokrasi Jakarta bisa bekerja dengan baik kami dilayani seperti nasabah prioritas sebuah bank kami dianggap ada kami diperlakukan sangat manusiawiBayangkan, kami rakyat kecil, tapi mendapat tempat begitu terhormat pernah, ya, itu pernah kami rasakan sayang masa itu singkat sekali Kini pelayanan dan penghargaan itu pelan-pelan menyurut di mata birokrasi Pemda, kami kembali lagi menjadi bukan siapa-siapa mungkin kami akan kembali jadi sapi perah Tapi setidaknya kami pernah merasakan sekali saja, bagaimana rakyat punya begitu banyak kedaulatan Di masa Ahok, kami pernah merasakan, nikmatinya jadi rakyat nikmatnya memiliki pemimpin yang bekerja keras dan tulus Jadi, jika diminta untuk melupakan itu semua mana mungkin? Sekarang simpan saja move on-mu di saku secalana biarkan kami mengenang apa yang bisa kami kenang sebab sepekan lagi, kenangan itu mungkin akan jadi lebih menyakitkan Bunga-bunga itu bicara lagi tentang rasa hornat dan terimakasih Pak Ahok, terikamasih sudah menjadikan Jakarta kota yang manusiawi, meski cuma sebentar Terimakasih sudah menjadikan Balai Kota sebagai rumah pengaduan rakyat, meski cuma sebentar Terimakasih sudah mengajarkan, bagaimana semestinya birokrat Pemda bekerja untuk melayani meski cuma sebentar Bunga-bunga itu bicara lagi berjajar di balai kota mengungkapkan kenangan terakhirnya tentang kisah seorang pemimpin yang cintanya pada rakyat dan bangsa setulus senyumnya yang tak pernah lekang Bunga-bunga itu berbicara lagi sepekan ini akan terus berbicara memenuhi halaman Balai Kota Jakarta (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });