Kolom Eko Kuntadhi: Jangan Bugil Di Depan
Saya rasa, kita perlu berhenti jadi polisi-polisi moral bagi orang lain.
Tapi memang, di jaman digital ini, kita mestinya hati-hati dengan kamera. Saya ingat, pada 2000-an awal, bersama Peri Farouk , saya ikut aktif menggagas gerakan 'Jangan Bugil Depan Kamera'. Waktu itu ada banyak kejadian persis seperti sekarang. Ada video atau foto-foto pribadi yang nyelonong di area publik.
Ada kalanya HP-nya hilang, lalu file-file rahasia dalam HP miliknya didapati orang lain. Ada kalanya memori card-nya bermasalah. Ada juga saat HP-nya diperbaiki, lalu memorinya di-copy untuk back-up. Nah, file yang tersimpan di komputer tempat service HP akhirnya melanglang buana menjadi konsumsi publik.
Jadi, jikapun Anda merasa sudah aman ketika membuat foto atau video pribadi, itu tidak menjamin 100% keamanannya.
Di jaman ini, file digital relatif abadi sifatnya. Sekali dia terlepas ke publik, tidak akan ada yang sanggup menghapusnya. Kamu ingat kan, kisah seorang politisi senior dari Golkar yang karirnya hancur karena video pribadinya tersebar? Itu sudah sangat lama. Tapi. jika sekarang ada yang mau menggali lagi, kita gampang mendapatkannya.
File-file digital itu, hari ini, mirip catatan malaikat Mungkar dan Nangkir. Sekali dicatat tidak ada yang bisa menghapusnya. Ada server raksasa yang tidak seorangpun sanggup melakukan penghapusan apabila sebuah file sudah tersebar.
Bayangkan sebuah momen memalukan yang dilakukan dalam satu waktu, misalnya, akan menjadi catatan seumur hidup. Padahal orang bisa berubah. Tapi ingatan digital sudah terlanjur merekamnya.
Jadi, meskipun diniatkan sebagai koleksi pribadi, saran saya, janganlah sesekali bermain-main dengan file digital. Jika Anda punya koleksi pribadi hapuslah mulai sekarang. Tidak ada gunanya disimpan.
Untuk mengenang sebuah momentum yang kamu anggap indah, cukuplah simpan memori itu di kepalamu saja. Apalagi yang sifatnya sangat pribadi. Kecuali jika kamu ingin dikenal sebagai Miyabi atau Mia Khalifah. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });