Kolom Eko Kuntadhi: Kenapa Kita Harus Fokus Ke
Jumlah kelompok paling ekstrim ini gak banyak sebetulnya.
Lalu ada kelompok nasionalis. Dulu orang menyebutnya Islam abangan. Islam yang bukan santri.
Untuk hal-hal yang tidak signifikan dampaknya, yang juga kadang melibatkan simbol-simbol agama di ruang publik sebaiknya hati-hati menanggapinya. Bukan apa-apa. Penolakan untuk hal-hal kecil akan digunakan untuk mengkampanyekan perasaan Islam sedang ditindas. Akibatnya mereka akan mendapat simpati kelompok yang mengambang tadi.
"Kalau mas sendiri masuk ke kelompok mana?," Tanya Bambang Kusnadi.