Kolom Eko Kuntadhi: Obrolan Kambing Menjelang
"Sebab hidup kita telah sedemikian berarti."
"Jadi pengurbanan kita lebih mulia?"
"Jadi kita bebas melakukan apapun? Tanpa nilai? Tidak ada dosa dan pahala juga?"
"Hihihhhihi... yang dinaiki itu kan, kambing cowok juga."
"Tapi manusia ada juga yang suka indehoi di kandang kambing, kang?"
"Makanya dia suka mencampuradukkan antara kemuliaan dan keburukan. Persis kayak kambing."
"Nah, untuk itulah kita hidup. Agar manusia bisa dapat pahala."
"Bidadari kambing? Kambing dibedakin, maksudnya? Hahahahahha..."
"Hahahahahah... bedak atau gincu gak ada bedanya buat kita, kang."
"Kang, jadi nanti kita akan dijemput malaikat?"
"Kang, kenapa domba itu tidak pasrah saja. Kenapa dia berontak seperti menolak dikurbankan?"