Kolom Eko Kuntadhi: Tuan Rumah Terkejam Di Hari
Kisah hikmah lebaran, pernah diposting tahun lalu
"Yuk, mampir. Dicobain dulu ini kuenya," ujar teman saya.
Tapi obrolan singkat yang basi itu adalah momentum bagi saya yang harus dimanfaatkan dengan baik.
"Ini pemandangan paling indah di saat hari raya," pikir saya.
"Aku tahu kamu sengaja menjatuhkan kolang-kaling ke dekat kakiku," katanya.
Lalu dia melepaskan pelukannya. Memandang wajahku dalam-dalam.
"Kamu tidak berubah," katanya lagi. Kali ini wajahnya serius.
"Tapi tahun lalu aku menyediakan permen karet untuk suguhan lebaran," dia seperti membanggakan diri.
"Aku berusaha jadi tuan rumah yang baik meski harus mengorbankan baju baruku."
"Siapa bilang. Kamu adalah tuan rumah yang kejam."