Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Berlumur Fitnah Berdagang Agama, Gubernur Itu Kolom Ganggas Yusmoro: Berlumur Fitnah Berdagang Agama, Gubernur Itu Berita terkini · 13 Oktober 2017 Yang masih begitu jelas bagaimana badai fitnah mengguncang untuk mendiskreditkan seorang Ahok. Beberapa catatan adalah sebagai berikut: - Issu tenaga kerja China yang begitu masif diunggah di media sosial. Rakyat DKI betul-betul ditakut-takuti bahwa pribumi akan disingkirkan. Namun faktanya? Hingga kini tidak terbukti! - Issue reklamasi di Teluk Jakarta yang juga akan membuat nelayan tergusur, membuat nelayan akan "mati pelan-pelan". Namun, setelah meraih suara, berita ini juga hanya ngibul. Siapa yang dikibuli? Rakyat DKI. Berdagang Agama. - Yang sejak awal menggunakan Al Maidah 51, mengancam mayat hingga mengatakan pendukung Ahok tidak masuk surga. - Memanfaatkan aktivitas sholat yang mestinya sakral, lalu dengan cara "Subuh berjamaah". Faktanya, hanya dipakai untuk alat berpolitik. Mereka jelas sangat menodai nilai-nilai agama. Nyatanya setelah terpilih, gaung subuh berjamaah seperti kapas ditiup angin. Konteksnya adalah, negeri ini yang konon negara penuh tata krama, yang juga negara beragama, yang mengedepankan nilai-nilai luhur, menjunjung tinggi harkat dan martabat, kenapa untuk sebuah jabatan begitu tega berlumur fitnah dan menggadaikan Akidah? Apakah sudah begitu bobrok moral para politisi di negeri ini? Sudah rusakkah Akhlak dan Akidah demi sebuah ambisi dengan tega berbuat nista? Miris memang. Dengan bergelimang fitnah dan topeng agama, gubernur itu berkuasa. Mau jadi apa Indonesia ini jika mereka memimpin? (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true }); Iklan