Beranda / Kolom Ganggas Yusmoro: Hantu Di Ujung September, Taktik Kolom Ganggas Yusmoro: Hantu Di Ujung September, Taktik Berita terkini Kolom · 30 September 2017 Menyimak cara Pak Dhe menyikapi sirkuit kemelut di negeri ini, seringkali seperti melihat berbagai pertunjukan. Kadang seperti melihat sendra tari, kadang seperti melihat opera, kadang seperti melihat drama panjang yang penuh sensasi, kadang seperti melihat stand pp comedy. Dinamika politik entah mengapa saat Pak Jokowi bekerja, bekerja dan bekerja justru tidak diapresiasi oleh manusia - manusia pembenci. Mereka mengaku lebih beragama namun ternyata begitu konyol berbuat keji dengan memfitnah, mengadu domba, bahkan tidak tahu diri, dengan meremehkan orang lain. Tragedi silih berganti, berkecamuk dari para oposisi menggoreng apapun yang terjadi. Namun, setiap muncul tragedi yang semua orang sudah tahu dan paham akan tujuannya itu, yakni ingin melengserkan Jokowi. Semua harap - harap cemas sambil menahan napas menunggu dan menanti apa yang akan dilakukan oleh seorang anak manusia bernama Jokowi yang sekarang atas KuasaNya menjadi pemimpin di negeri ini. Hantaman gelombang yang selalu datang silih berganti, banyak orang mengatakan Pak Jokowi seperti seorang Lionel Messi yang meliuk - liuk mendrible bola hingga pemain lawan terlewati. Ada yang bilang, Pak Jokowi seperti Ronaldo yang mempunyai speed , energik serta akurasi tendangan yang keras bagai Tornado. Malah ada yang mengatakan seorang Jokowi adalah pemikir jenius. Seorang pecatur ulung dengan cerdas memainkan bidak bidak catur hingga sang lawan kena skak mat. Seperti halnya Isu Hantu PKI di bulan September ini. Dengan terdengarnya isu soal senjata serta berkumpulnya para purnawirawan bersama Pak GN yang konon dihadiri oleh Prabowo, semua nyaris harap-harap cemas. Apalagi Pak Jokowi cenderung menyikapi isu ini sepertinya tidak diambil hati. Namun, ketika justru Pak Jokowi menghadiri Nobar Film tersebut, barulah terjawab, bahwa terkadang selera kawan sekali - kali musti diikuti. Toh kendali ada di tangan beliau. Taktik mancing mania sepertinya sedang diterapkan. Untuk menekuk seekor ikan besar musti ekstra sabar. Diulur, ditarik, dibiarkan, ditarik lagi, dan ketika ikan besar itu sudah tidak berkutik, tinggal 'Jebreeeet' dan ikan pun menggelepar. Buktinya adalah Koalisi Merah Putih yang tinggal nama dan riwayatnya kini. Ahhhh.... kami makin kagum denganmu, Pak Jokowi. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true }); Iklan