Kolom Ganggas Yusmoro: Hiruk Pikuk Jelang Tahun — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ganggas Yusmoro: Hiruk Pikuk Jelang Tahun

Kolom Ganggas Yusmoro: Hiruk Pikuk Jelang Tahun

Menjelang Tahun Politik, ada gejala negeri ini semakin dibuat hiruk pikuk. Hal-hal remeh dibuat gegap gempita. Sesuatu yang lazim dan biasa dilakukan seperti halnya hari Ibu dibuat amunisi agar bisa mengobok-obok negeri ini.

Apakah pengkondisian situasi itu ada korelasinya untuk Pilpres 2019?

Jika diamati dengan seksama, hiruk pikuk tersebut adalah sebuah kesengajaan. Hiruk pikuk tersebut sengaja diciptakan agar perhatian orang-orang waras di negeri ini terkonsentrasi pada hal tersebut. Dan justru serangan yang "mematikan" dan mak jleb sudah memporak-porandakan pertahanan. Jika dibiarkan niscaya akan semakin membabi buta.

Apa itu?

Sebentar. Apakah Si Felix dan Si Somad yang selalu membuat kacau tersebut orientasinya hanya soal agama? Apakah kebijakan Gabener dan Wagabener adalah kebijakan yang karena mereka orang-orang bodoh?

Hohoho, jangan salah, kawan. Kekuasaan, sebagaimana yang kita ketahui bersama, kekuasaan tentu banyak orang yang terlibat. Termasuk para pebisnis atau pengusaha yang ketika Jaman Pemerintah Pak Jokowi musti mati kutu. Harus gigit jari tidak lagi bisa menikmati manisnya Sumber Daya Alam Indonesia.

> Tidak bisa lagi main Minyak dan Gas. Karena Pak Jokowi mengawasinya dengan ketat. > Tidak bisa lagi main-main soal pajak. Karena Ibu Sri Mulyani tidak bisa dikibuli. > Tidak bisa lagi ngentit hasil laut. Karena ada wanita perkasa yang dikit-dikit teriak: "Tenggelamkan!!" > Freeport juga sudah tidak bisa sak enaknya dewe. 51 persen harus dibagi ke Pemerintah Indonesia.

Nah, situasi ini adalah Grand Desain demi mengembalikan kejayaan para maling dan Koruptor.

Karena bangsa ini masih fanatik berlebihan terhadap Agama, maka seperti yg kita lihat bersama, Ustadz-ustadz yang berpihak pada mereka keliling Indonesia dengan dana yang cukup serta menugaskan team IT agar membuat video-video provokatif.

Serangan yang sesungguhnya adalah Partai Sapi dengan pendukungnya yang militan, selalu berfatwa dalam setiap acara keagamaan bahkan ketika Hari Jumat: "JANGAN PILIH SIAPAPUN PEMBELA PENISTA AGAMA DAN ULAMA."

Terus, bagaimana solusinya? Apakah rela Indonesia kembali ke Jaman Kegelapan? Jaman di mana maling dan koruptor sebagai penguasa? (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });